Secercah Harapan

January 28, 2009

Gagal yang Positif…

Filed under: Opini
setiap orang memiliki harapan dalam hidupnya. besar kecilnya harapan itu bergantung pada pemikiran dan perasaan dari yang bersangkutan.harapan2 yang ada tentunya ada yang terealisasi tapi juga tidak. alhamdulillah untuk yang terealisasi, tetapi untuk yang tidak terealisasi tentunya ada kekecewaan dalam diri kita. besar kecilnya kekecewaan yang ada dikarenakan besar kecilnya harapan tersebut terealisasi. jika harapannya besar maka kekecewaannya pun besar.

namun sebagai muslim hendaklah berpedoman bahwa manusia ikhtiar, Allah juga lah yang menentukan.
betapa pun besarnya kekecewaaan yang dirasakan tetap saja kita mesti melihat pelajaran dan hikmah dari berbagai hal.

seringkali orang yang kecewa berat dan kurang kuat iman melakukan bunuh diri sebagai pelarian. padahal dengan bunuh diri itu masalah bertambah runyam. bunuh diri itu melanggar takdir Allah atas umur, maka balasannnya adalah neraka. maka bukannya lari dari masalah, malahan dapat neraka deh…

larut dalam kekecewaan dalam sekejap boleh saja, toh manusiawi. namun setelah itu harus bangkit dan optimis, bahwa kegagalan tersebut bukanlah akhir dari segalanya. kegagalan tersebut bisa jadi merupakan hal terbaik bagi kita ketimbang kita sukses. dengan gagal maka kita jadi orang yang lebih instropeksi, justru bisa jadi jika kita berhasil maka kita jadi sombong dan lupa pada Allah.

maka dari itu jika berharap, maka kembalikan lagi harapan itu pada Allah. jika kecewa, maka instropeksi/ muhasabah diri. semoga Allah hanya memberikan cobaan bagi kita dan memberikan gantinya dengan yang lebih baik lagi..

January 27, 2009

Masjid Salman ITB, Fasilitasnya Unik Lho..

Filed under: Opini

Di masjid salman itb terdapat keunikan fasilitas.

1. tidak ada uriurinoirnoir berdiri untuk laki2 tapi ada banyak kamar mandi. ada sekitar 11 kamar mandi. jadi jika ingin buang air kecil , harus ke kamar mandi. hal ini justru lebih nyaman dan sopan, karena privasi lebih terjaga. mungkin urinoir merupakan salah satu produk ghawzul fikr, karena banyak mudharatnya. jika buang air kecil menggunakan urinoir maka privasi kita akan lebih mudah terganggu oleh orang lain.. huhh !!

 

 

 

2. adanya CCTV (singkatan dari: closed circuit television) di dalam ruangan masjid untuk keamanan jamaah, maka di pasanglah cctv. Luar biasa bukan!?

cctv

3. sistem akustik sound masjid yang mantap tata suara masjid yang baik, memungkinkan jamaah masjid salman dapat mendengarkan ceramah tanpa harus terganggu adanya gema, dan noise. jadi kalo anda lagi ke Bandung untuk shopping di dago,jika waktu shalat tiba cobalah shalat berjamaah di masjid Salman itb, jalan ganesa no 7.

 

June 28, 2007

Kekuatan Ekonomi vs Kekuatan Fisik

Filed under: Opini

Dari kedua kekuatan di atas,menurut Anda mana yang lebih kuat ? Apa alasannya ??emoticon

Jika diperhatikan, kita bisa melihat dilayar televisi adanya orang kaya yang mempekerjakan "body guard" untuk menjaganya. Saya tidak bermaksud untuk merendahkan profesi tersebut, tapi ingin menganalisanya. Body guard yang memiliki kekuatan fisik justru melindungi seseorang yang memiliki kekuatan ekonomi. Jadi kekuatan ekonomi dan mengatur kekuatan fisik.

Jika kita memperhatikan hal yang lebih besar lagi dari sekedar body guard, maka kita bisa melihat contoh negara Korea Utara yang memiliki kekuatan fisik berupa senjata nuklir. Senjata nuklir Korea Utara ini sudah jelas adanya, tidak seperti senjata nuklir Iran yang hanya sebatas kekhawatiran pihak barat. Negara tetangga Korea Selatan tersebut memiliki reaktor nuklir untuk senjata. Baru-baru ini Korea Utara menyetujui untuk menghentikan reaktor nuklirnya !! Sebuah tanda tanya yang besar.. Mengapa bisa negara yang memiliki reaktor nuklir tersebut mau menghentikannya ??

Hal ini karena negara yang ekonominya sedang gonjang-ganjing tersebut dijanjikan kucuran dana sebesar 24 miliar US dolar, dan juga akan diberi pasokan 400.000 ton beras dari Korea Selatan.
Lagi2 ini merupakan bukti bahwa kekuatan ekonomi dapat mengatur kekuatan fisik.

Dari kedua fenomena tersebut maka perlu kita sadari bahwa kita mesti kuat secara ekonomi, memiliki maisyah yang tidak hanya cukup untuk kita, tapi juga bisa untuk membantu 4-5 keluarga yang lain (yang tidak mampu).

Kenapa kita harus kaya? karena banyak hal yang dapat dilakukan orang kaya. Yang pergi haji adalah orang yang memiliki harta bukan ?? Orang kaya bisa beramal dengan hartanya, bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, dia tidak akan dikendalikan oleh orang lain, keimanannya tidak dapat dibeli oleh harta, dan lain-lain.

Bersemangatlah mencari harta yang halal dan banyak.. Ayo..Ayo..
Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dari harta haram, dapat menggunakannya untuk kebenaran, senantiasa memberkahi hidup dan harta kita, sehingga di akhirat kelak harta kita akan membela kita dan bukan menjerumuskan kita. Naudzubillah…

June 24, 2007

Banyak belajar, jadi banyak tau

Filed under: Opini

Banyak belajar maka banyak tau, ada juga yang bilang jadi banyak lupa ..
Tidak belajar, tidak lupa, karena tidak tau apa-apa he..he.emoticon

Anekdot itu yang saya dengar dari guru matematika saya waktu saya kelas 3 smu. Sebenarnya awalnya kita ini tidak tau apa2. Nabi Adam a.s. pun saat diturunkan ke bumi tidak tau apa2, apalagi kita yang bukanlah seorang nabi. Solusinya adalah mencari tau, dengan membaca, diskusi, nonton, mengikuti seminar, dan lain2. Dengan begitu makin hari makin banyak yang bisa kita pelajari. makin banyak yang kita tahu, sehingga dalam menyikapi segala sesuatu Insya Allah makin bijaksana. Hal ini karena makin banyak ilmu, maka dalam melihat suatu hal kita bisa melihat dari banyak sisi.

Dalam menjalani hal2 dikehidupan ini pada awalnya kita mengikuti apa yang kebanyakan orang lakukan, intinya adalah meniru. Tapi jika kita sudah dewasa, maka ada hal kritis yang harus kita kembangkan. Suatu pertanyaan ke dalam diri kita yaitu "Apakah yang kebanyakan orang lakukan adalah sesuatu yang benar??"

Nabi Ibrahim a.s. adalah orang yang unik pada masa itu.Di tengah kebanyakan orang menyembah berhala, Nabi Ibrahim a.s. justru mempertanyakan tentang kebenaran menyembah berhala. Nabi Ibrahim a.s. dikucilkan, tapi justru beliaulah yang benar. Sikap kritis beliau (tentunya dengan Ijin Allah), maka beliau menemukan dan mengetahui kebenaran.

Dalam pembelajaran ada tahapan2-nya:
Tidak tahu –> menjadi tahu
Tahu, tapi tidak mau —> menjadi mau
mau tapi tidak mampu —> menjadi mampu

singkatnya, proses pembelajaran adalah dari tidak tahu lalu pada akhirnya menjadi mampu..

Jika sikap kritis kita menuntun kita jadi banyak tahu, maka apakah pengetahuan yang kita miliki hanya untuk diri kita? apakah cukup kita benar sendirian? selamat sendirian?

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com