jika…
jika saja….
andai saja……
kalau saja….
Halah… !! tiga kata yang mencerminkan keputusasaan dan penolakan terhadap kenyataan (takdir)
Ya Allah kuatkan hambaMu ini.. Berikan yang terbaik untuk-ku…
(confuse mode:ON)
jika saja….
andai saja……
kalau saja….
Halah… !! tiga kata yang mencerminkan keputusasaan dan penolakan terhadap kenyataan (takdir)
Ya Allah kuatkan hambaMu ini.. Berikan yang terbaik untuk-ku…
(confuse mode:ON)
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…..” (Q.S. Al-Israa’; 17:36)
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Diantara pemberian prioritas yang dibenarkan oleh agama adalah prioritas ilmu atas amal. Ilmu didahulukan atas amal karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Ilmu mendahului perkataan dan perbuatan, kedua hal itu tidak dianggap shahih kecuali dengan ilmu; sehingga ilmu itu didahulukan atas keduanga. Ilmulah yang membenarkan niat dan perbuatan.Kita pun mengetahui kunci ilmu pengetahuan adalah membaca, dan dari sejarah diturunkannya surat Al-Alaq baru kemudian Al-Muddatstsir tersebut maka sesungguhnya ilmu pengetahuan mesti didahulukan atas amal perbuatan. Ilmu pengetahuan mampu membedakan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk, mana yang halal dan haram, mana yang wajib dan sunah, mana akhlak terpuji dan yang bukan. Oleh karena itu, tanpa ilmu pengetahuan maka kita akan kehilangan arah dan melakukan tindakan yang tidak karuan.
Benarlah apa yang pernah diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz: ”Barangsiapa melakukan suatu pekerjaan tanpa ilmu pengetahuan tentang itu, maka apa yang dia rusak lebih banyak daripada apa yang dia perbaiki.”
Doa Rabithah..
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
(Masjid An-Nuur, PT Biofarma, 21 September 2007)
Berbagai macam alasan sehingga orang bisa lembur… yang jelas lembur dilakukan karena pekerjaan belum selesai, deadline makin dekat, sedangkan besok sudah ada pekerjaan baru yang menanti.
Penyebab lembur karena:
1. Jumlah pekerjaan yang banyak, waktu normal yang mepet,
atau
2. Kinerja yang lambat…![]()
Moga2 bukan yang ke-2, tapi yang jelas harus meningkatkan kinerja diri sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu, pulang juga bisa TENG GO..!! maka bisa cepet pulang dan ketemu dengan keluarga di rumah…
Home sweet home… Baiti Jannati..
Tadi pagi telat berangkat… hampir telat masuk kantor. Ngabsen jam 07:56. kurang 4 menit udah telat deh….
… Senangnya awal bulan juli ini adik2ku akan mengikuti KEJU (Kemah Juara) di kiarapayung. Sayangnya saya tidak bisa hadir karena Keju dilaksanakan 4-7 Juli dan saya jelas harus kerja. Maka dari itu saya percayakan 83 adik2 kami ini ke pengurus dan mentor2. Semoga acaranya lancar dan selamat mencari ilmu dan kebahagiaan saat berkumpul dengan 7.350 anak asuh lainnya… 
Dari kedua kekuatan di atas,menurut Anda mana yang lebih kuat ? Apa alasannya ??
Jika diperhatikan, kita bisa melihat dilayar televisi adanya orang kaya yang mempekerjakan "body guard" untuk menjaganya. Saya tidak bermaksud untuk merendahkan profesi tersebut, tapi ingin menganalisanya. Body guard yang memiliki kekuatan fisik justru melindungi seseorang yang memiliki kekuatan ekonomi. Jadi kekuatan ekonomi dan mengatur kekuatan fisik.
Jika kita memperhatikan hal yang lebih besar lagi dari sekedar body guard, maka kita bisa melihat contoh negara Korea Utara yang memiliki kekuatan fisik berupa senjata nuklir. Senjata nuklir Korea Utara ini sudah jelas adanya, tidak seperti senjata nuklir Iran yang hanya sebatas kekhawatiran pihak barat. Negara tetangga Korea Selatan tersebut memiliki reaktor nuklir untuk senjata. Baru-baru ini Korea Utara menyetujui untuk menghentikan reaktor nuklirnya !! Sebuah tanda tanya yang besar.. Mengapa bisa negara yang memiliki reaktor nuklir tersebut mau menghentikannya ??
Hal ini karena negara yang ekonominya sedang gonjang-ganjing tersebut dijanjikan kucuran dana sebesar 24 miliar US dolar, dan juga akan diberi pasokan 400.000 ton beras dari Korea Selatan.
Lagi2 ini merupakan bukti bahwa kekuatan ekonomi dapat mengatur kekuatan fisik.
Dari kedua fenomena tersebut maka perlu kita sadari bahwa kita mesti kuat secara ekonomi, memiliki maisyah yang tidak hanya cukup untuk kita, tapi juga bisa untuk membantu 4-5 keluarga yang lain (yang tidak mampu).
Kenapa kita harus kaya? karena banyak hal yang dapat dilakukan orang kaya. Yang pergi haji adalah orang yang memiliki harta bukan ?? Orang kaya bisa beramal dengan hartanya, bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, dia tidak akan dikendalikan oleh orang lain, keimanannya tidak dapat dibeli oleh harta, dan lain-lain.
Bersemangatlah mencari harta yang halal dan banyak.. Ayo..Ayo..
Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dari harta haram, dapat menggunakannya untuk kebenaran, senantiasa memberkahi hidup dan harta kita, sehingga di akhirat kelak harta kita akan membela kita dan bukan menjerumuskan kita. Naudzubillah…
Banyak belajar maka banyak tau, ada juga yang bilang jadi banyak lupa ..
Tidak belajar, tidak lupa, karena tidak tau apa-apa he..he.
Anekdot itu yang saya dengar dari guru matematika saya waktu saya kelas 3 smu. Sebenarnya awalnya kita ini tidak tau apa2. Nabi Adam a.s. pun saat diturunkan ke bumi tidak tau apa2, apalagi kita yang bukanlah seorang nabi. Solusinya adalah mencari tau, dengan membaca, diskusi, nonton, mengikuti seminar, dan lain2. Dengan begitu makin hari makin banyak yang bisa kita pelajari. makin banyak yang kita tahu, sehingga dalam menyikapi segala sesuatu Insya Allah makin bijaksana. Hal ini karena makin banyak ilmu, maka dalam melihat suatu hal kita bisa melihat dari banyak sisi.
Dalam menjalani hal2 dikehidupan ini pada awalnya kita mengikuti apa yang kebanyakan orang lakukan, intinya adalah meniru. Tapi jika kita sudah dewasa, maka ada hal kritis yang harus kita kembangkan. Suatu pertanyaan ke dalam diri kita yaitu "Apakah yang kebanyakan orang lakukan adalah sesuatu yang benar??"
Nabi Ibrahim a.s. adalah orang yang unik pada masa itu.Di tengah kebanyakan orang menyembah berhala, Nabi Ibrahim a.s. justru mempertanyakan tentang kebenaran menyembah berhala. Nabi Ibrahim a.s. dikucilkan, tapi justru beliaulah yang benar. Sikap kritis beliau (tentunya dengan Ijin Allah), maka beliau menemukan dan mengetahui kebenaran.
Dalam pembelajaran ada tahapan2-nya:
Tidak tahu –> menjadi tahu
Tahu, tapi tidak mau —> menjadi mau
mau tapi tidak mampu —> menjadi mampu
singkatnya, proses pembelajaran adalah dari tidak tahu lalu pada akhirnya menjadi mampu..
Jika sikap kritis kita menuntun kita jadi banyak tahu, maka apakah pengetahuan yang kita miliki hanya untuk diri kita? apakah cukup kita benar sendirian? selamat sendirian?
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com